Keindahan Wisata Alam di Sumba Barat
![]() |
| Penulis sedang menikmati keindahan Danau Weekuri Sumba | Instagram:@mels_emeraldi |
Banyak pulau di Indonesia bagian Timur makin dikenal dan terbuka menjadi
destinasi wisata bergengsi baru. Setelah Labuhan Bajo, sekarang disusul Sumba
di Nusa Tenggara Timur (NTT)
Beberapa artis dan selebgram pernah membagikan momen liburan mewahnya di
Pulau Sumba melalui instagram. Sebut saja Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, Luna
Maya, Ririn Ekawati, Rachel Vennya dan
baru-baru ini, Raisa Andriana dan suaminya Hamish Daud.
Keindahan Pulau Sumba juga terekam melalui beberapa film Nasional, yaitu
film Humba Dreams, Pendekar Tongkat Emas, Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak
dan Susah Sinyal.
Pada Tahun 2018 yang lalu, Sumba dinobatkan sebagai salah satu pulau
Terindah di Dunia oleh majalah internasional bergengsi, FOCUS Jerman. Salah satu Hotel di Sumba yaitu
Nihi Sumba Island dinobatkan menjadi Hotel Terbaik di Dunia versi majalah
Travel+Leisure pada tahun 2016 dan 2017.
![]() |
| Penulis sedang menikmati pesona Desa Adat Prai Ijing | Instagram:@mels_emeraldi |
Saya sendiri beruntung pernah berkunjung ke Pulau Sumba pada akhir 2019
lalu, saat pandemi Covid 19 belum masuk wilayah Indonesia. Ketika itu saya
ditugaskan oleh kantor untuk meliput proyek pekerjaan di Sumba, yaitu tepatnya
di Sumba Barat dan Sumba Barat Daya. Saya dan rekan-rekan saya menyempatkan
diri mengunjungi beberapa tempat wisata di sana.
Menikmati sunset di Pantai Kawona
![]() |
| Penulis menikmati sunset di Pantai Kawona | Instagram;@mels_emeraldi |
Kami sampai di Sumba dan mendarat di Bandara Tambolaka sekitar pukul
15.00 WITA. Tidak tampak banyak kendaraan umum disana. Saran saya jika
berkunjung ke Sumba, sewalah kendaraan atau ikuti paket tour. Setelah check in
di Hotel yang letaknya hanya 2 Km dari Bandara, tempat pertama yang kami
kunjungi adalah pantai Kawona. Letaknya sekitar 10 km dari pusat Kota Tambolaka
atau 30 menit perjalanan.
Sepanjang jalan menuju Kawona yang terletak di Desa Wee Londa, kami
melewati pepohonan kawona (bahasa Sumba) atau lebih kita kenal dengan pohon
kelor. Jalannya sudah mulus, namun sepanjang jalan kami hanya menemui tidak
lebih dari 20 mobil lain. Yap, masih sangat sepi. Sehingga saya sarankan jangan
terlalu sore berkunjung ke sana.
Di Pantai Kawona terdapat sebuah cafe atau beach club yang terletak di
tepi tebing karang. Biaya masuknya hanya Rp10.000/orang dan biaya parkir.
Pantai Kawona pasirnya sangat bersih, airnya jernih, untuk menuju pantai
kita harus menuruni anak tangga karena aksesnya dari tebing.
Setelah mengabadikan beberapa foto, kami naik lagi dan menikmati santai
di cafe outdoor tersebut. Sangat asyik menikmati sore diiringi musik. Menu
makanan dan minumannya tidak terlalu banyak seperti teh, kopi, softdrink, dan
snack. Harganya standar saja sesuai pasaran.
Pantai ini buka hingga pukul 18.00 WITA.
Menyusuri Danau Weekuri
![]() |
| Penulis bersama rekan kerja menyusuri keindahan Danau Weekuri Sumba | Instagram:@mels_emeraldi |
Perpaduan warna hijau dan biru tampak indah dikelilingi pepohonan dan
batu karang. Sebuah Danau yang terbendung oleh karang memukau memanjakan mata.
Danau Weekuri, merupakan danau air asin, karena airnya berasal dari air laut
yang melewati sela-sela karang dan bebatuan.
Danau Weekuri berlokasi di Desa Kalena Rongo, Kodi Utara, Kabupaten
Sumba Barat Daya. Letaknya sekitar 40km dari tempat kami menginap di Tambolaka.
Namun kami mengunjunginya setelah menyelesaikan jadwal pekerjaan kami di
beberapa tempat di hari itu.
Sepanjang perjalanan kami terasa cukup jauh dan jarang terlihat toko
maupun warung makan. Saran saya jika berwisata ke Sumba, maka sediakanlah cukup
bekal makanan dan minuman. Serta, bila melewati Kota maka sempatkanlah untuk
menyelesaikan urusan buang air, supaya tetap nyaman di perjalanan.
Danau Weekuri dapat dinikmati hanya dengan membayar biaya masuk
kendaraan dan parkir sebesar Rp 10.000,- untuk mobil. Di sisi tempat parkir tersedia Ruko yang
dibangun untuk memberdayakan ekonomi masyarakat setempat.
Masuk menuju Danau, telah berjajar para pedagang Kain Tenun Sumba, dan
kerajinan tangan berupa kalung dan gelang. Harga dari kerajinan tersebut juga
terjangkau, mulai dari harga Rp 10.000,- kita dapat membeli kalung ukiran unik
yang terbuat dari tanduk kerbau. Kain tenun juga dapat disewa untuk berfoto
hanya dengan harga Rp 20.000,-. Sedang bila kita tertarik untuk membeli, maka
harganya berkisar dari Rp 150.000,- hingga Jutaan, tergantung dengan ukuran dan
motifnya.
Di danau tampak anak-anak bermain mandi dan bercanda dengan beberapa
wisatawan dari luar Negeri.
"Naik rakit Kak?” Salah seorang dari anak itu menawarkan kepada
kami
“Berapa?” tanya saya.
“Rp 20.000 satu orang kak” jawabnya.
“Boleh lah” Kapan lagi bisa
kesini? Pikir saya enggan melewatkan kesempatan langka ini.
Dan benar saja, sensasi menyusuri danau dengan rakit ini benar-benar
luar biasa. Di ujung danau terdapat karang-karang tinggi, airnya tidak begitu
dalam di daerah itu. Maka saya memutuskan untuk turun dari rakit dan
mengabadikan beberapa gambar.
Setelah menyusuri danau saya menyempatkan diri untuk menyantap makanan
di warung yang tersedia. Kelapa muda dan mie instan. Belum banyak jenis makanan
yang ditawarkan disini.
“Disana kak foto yang bagus.” Seorang pedagang memberitahu.
Saya memutuskan untuk menyewa sebuah kain indah berwarna perpaduan
merah, putih dan jingga lalu menuju lokasi dimaksud. Pemandangan dari atas
weekuri sungguh indah. Anak millenials sudah pasti suka dengan spot
instagramable seperti ini.
Kampung Adat Ratenggaro
Di tepi pantai Ratenggaro, tepatnya di Desa Umbu Ngedo, Kodi Bangedo,
Kabupaten Sumba Barat Daya, terdapat sebuah Kampung Adat yang terkenal di
Sumba, yaitu Kampung Adat Ratenggaro.
Sebelas Rumah Menara menjulang tinggi hingga sekitar 15 meter. Atapnya menggunakan bahan dasar jerami dan
tinggi rendahnya atap didasarkan atas status sosial mereka. Di tengah-tengahnya
terdapat batu-batu besar. Bukan sembarang batu, batu-batu tersebut adalah
kuburan atau makam.
Ratenggaro sendiri memiliki arti yaitu ‘Rate’ yang berarti kuburan,
sedangkan ‘Garo’ yang artinya orang-orang Garo.
Rumah Adat Ratenggaro memiliki bentuk rumah panggung yang terdiri dari 4
buah tingkat di mana tingkat paling bawah digunakan sebagai tempat hewan
peliharaan. Lalu tingkat kedua adalah tempat pemilik rumahnya tinggal, yang
terdiri dari beberapa bilik kamar. Selanjutnya untuk tingkatan ketiga berfungsi
sebagai tempat untuk menyimpan hasil panen. Pada bagian atas merupakan tempat
memasak juga terdapat semacam kotak yang digunakan sebagai tempat menyimpan
benda keramat. Dan untuk tingkatan terakhir adalah tempat untuk meletakkan
tanduk kerbau sebagai simbol kemuliaan. (sumber: nativeindonesia.com)
Di Kampung Adat ini kita juga bisa meenyewa kain dan baju khas Sumba
untuk berfoto dan membeli berbagai kerajinan pahat mulai harga Rp Rp150.000,-
hingga Jutaan Rupiah.
Bukit Lendongara
![]() |
| Penulis sedang menikmati sunset di Bukit Lendongara | Instagram:@mels_emeraldi |
Sumba Barat juga memiliki perbukitan yang tidak kalah indah dengan
perbukitan di Sumba Timur, Lendongara Namanya. Lokasinya di Desa Karuni,
hanya 20 menit dari Bandara Tambolaka
atau 25 menit dari Pasar Rada Mata. Kita dapat memilih waktu terbit matahari
atau tenggelamnya matahari untuk melihat keindahan langit dan pemandangan alam
dari Bukit ini.
![]() |
| Penulis sedang menikmati sunset di Bukit Lendongara | Instagram:@mels_emeraldi |
Kami datang saat pukul 04.30. Bintang dan bulan masih jelas terlihat.
Kami menyaksikan semua pergantian warna langit, dari gelap hingga keunguan.
Kemudian warna jingga dan pink mulai muncul pada pukul 06.00 di bukit savanna
itu, dan mulai terbit matahari sekitar pukul 06.30. Bersihnya udara yang kami
hirup menambah syukur atas nikat Tuhan yang begitu indah.
Catatan; Artikel ini Penulis sudah publikasikan juga di Kompasiana.
BIONARASI
Hi, salam kenal ya, nama lengkapku: Melisa Emeraldina. Saya adalah Content Writer dan Script Writer.
Saya sudah berkeluarga dan Alhamdulilah dikarunia satu orang anak yang imut dan lucu.
Media sosialku:






Posting Komentar untuk "Keindahan Wisata Alam di Sumba Barat"
Berkomentarlah dengan bijaksana! Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang tertera dalam UU ITE