Mengapa Kita Suka Bepergian?
![]() |
| Mengapa kita suka bepergian? | Foto; Pahtimor.com |
Tentu saja, kita pasti merasa senang, bukan? Namun, faktor
apa saja yang mendorong kita untuk melakukan perjalanan tersebut?
Untuk menjawab pertanyaan besar ini, tentunya masing-masing
dari kita punya alasan sendiri.

Mengapa kita suka bepergian? Hasil olahan dari Canva. Dokumen Pahtimor.com
Namun, hal utama dari kegiatan bepergian adalah karena
adanya dorongan dari luar diri kita, di antaranya budaya hedonisme dan
kapitalisme.
Paham ini jika dikaitkan dengan pemikiran para filsuf adalah
sebagai jalan pencari kebahagiaan. Dalam hal ini, filsuf Plato dalam etika
Nicomahcea mengatakan tujuan tertinggi dan terakhir dari manusia adalah
kebahagiaan.
![]()
Hasil olahan dari Canva | Dokumen Pahtimor.com
Terlepas dari pemikiran yang kental banget dengan ajaran
yang kita yakini atau bahasa gaulnya adalah bidang Teologi.
Namun, saya dan kamu tidak perlu mempersoalkan hal besar
tersebut.
Mari, kita menyediakan secangkir kopi hangat, sembari terus
bersafari dengan pertanyaan besar di atas.
Bagi saya, alasan utama kita suka bepergian, tak lain adalah
ingin menuntaskan hasrat kebebasan. Kebebasan di sini artinya kita berusaha
untuk menjembatani aktivitas atau rutiniyas harian yang kadang membosankan di
lingkungan kerja, kampus, rumah, dll.
Saat kita bepergian, hal pertama yang kita dapatkan adalah
menemukan secercah kebahagiaan. Walau hanya sementara, tapi setidaknya dari
perjalanan tersebut, keadaan kita jauh lebih membaik dari hari sebelumnya.
Ada Yang Pergi dan Tak Kembali Lagi
Risiko terbesar dari kegiatan travelling ini cocok
disematkan pada perantau yang tidak punya rasa rindu untuk orang tua dan sanak
familynya di kampung halaman tercinta.
Ada juga yang pergi dan bisa saja mengalami kecelakaan
pesawat, mobil, motor, dsb.
Tentu saja, masih banyak risiko dari aktivitas bepergian
kita dalam mencari arti kebahagiaan.
Perjalanan Sebagai Pilihan Bebas
Sebagai makhluk sosial, kita bebas memilih untuk bepergian
ke mana saja.
Bepergian dengan orang-orang terkasih, tentunya akan
memberikan kepuasan tak terhingga. Karena di balik rutinitas kaku di tempat
kerja, kampus, lingkungan rumah, dll, terkadang membuat kita ingin menyerah dengan
keadaan.
Namun, setelah kita mencapai tujuan kita, yakni menikmati
pesona alam yang indah, menikmati deburan ombak di tepian pantai, mencicipi
kuliner tempat destinasi yang kita tuju, mempelajari hal-hal baru seputar
hospitality (keramahtamahan) hingga berbagai hal unik di tempat destinasi
favorit kita.

Wisatawan asal Lombok, NTB di pantai Lasiana Kupang - NTT | Foto; Fredy Suni
Kita pun menarik nafas dan puas dengan perjalanan tersebut.
Karena kita berhasil mencapai tujuan yang kita tetapkan dalam kamus harian kita.
Di sela-sela membaca tulisan ini, sebaiknya sobat travel
terus menikmati sesruput kopi hangat. Karena tujuan dari artikel wisata ini
sebagai ruang rehat, selepas kembali dari tempat tugas hari ini.
Kok, bisa ya? Ya bisa dong! Karena sesuai dengan rubrik Kafe
Idaman Milenial, khususnya ‘Ngopi Aja,’ saya berniat untuk mengajak sobat
pembaca dalam menikmati kisah-kisah ringan di balik sajian artikel sederhana
ini.
Bila esok dan lusa, sobat travel punya keinginan untuk
berbagi cerita perjalanan, tentu saja saya selaku admin akan berterima kasih.
Karena cerita kamu bersama keluarga saat ini akan menjadi
tabungan cerita di hari tua.
So, apa pun yang kamu pilih, ikutilah pilihan tersebut.
Karena setiap pilihan itu berasal dari bisikan suara hati.
.jpg)
.jpg)
Posting Komentar untuk "Mengapa Kita Suka Bepergian?"
Berkomentarlah dengan bijaksana! Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang tertera dalam UU ITE