Merajut Sejuta Makna di Tepi Pantai Lasiana Kupang
Penulis: Fredy Suni
![]() |
| Merajut Sejuta Makna di Tepi Pantai Lasiana Kupang bersama Intan dan Inggrid | Foto Pahtimor.com |
Pahtimor.com - Senja perlahan tenggelam di balik samudera lautan selat Timor, tepatnya di Timor Baratdaya, pantai Lasiana Kupang.
Sementara Intan dan Inggrid berusaha untuk mengabadikan momen kepergian senja.
Buih-buih kerinduan pun mengejar mereka akan segala kenyamanan di beranda pantai Tedis Kupang.
Intan dan Inggrid adalah wisatawan asal Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Saya pun berusaha untuk menyapa mereka, bukan bermaksud apa-apa ya sobat travel. Apalagi caper, alias cari perhatian😂😂.
Awalnya, saya kira mereka bakal menolak atau masa bodoh dengan niat baik saya. Tapi, mereka sangat wellcoming banget sobat.
Saya pun ikut senang. Dalam nuansa menikmati terbenamnya sunset di pantai Lasiana, mereka pun mengisahkan tujuan kedatangan mereka di pulau Timor.
![]() |
| Merajut Sejuta Makna di Tepi Pantai Lasiana Kupang bersama Intan dan Inggrid | Foto Pahtimor.com |
Rupanya mereka bukan hanya sekadar wisatawan, tapi mereka sedang menempuh pendidikan tinggi negeri di salah satu universitas favorit Kupang, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kami bercerita tentang banyak hal. Namun, yang pasti tentang kenangan dalam setiap destinasi wisata yang kami kunjungi.
Yuk Travel Ke Kefamenanu: Pesona Pantai Wini di Perbatasan Indonesia dan Timor Leste
Mereka pun mengatakan, betapa indahnya tanah Timor, yang terkenal dengan sejuta makna perjalanan hidup, di balik tancapan batu karang, lautan lepas, sabana yang indah permai, keramahtaman masyarakat Dawan, dan hal-hal yang membuat mereka makin nyaman untuk tetap tinggal di kota Kupang.
Saya pun memilih untuk diam dan terus mendengarkan mereka, sesekali saya hanya ikut tertawa, kadang mengerutkan wajah dengan kisah perjalanan mereka sebagai mahasiswi.
Tepat pada pukul, 18.00 WITA, kami pun meninggalkan tepi pantai Lasiana dalam nuansa persahabatan.
![]() |
| Merajut sejuta makna di tepi pantai Lasiana Kupang | Foto Pahtimor.com |
Di balik rajutan sejuta makna yang telah mereka ceritakan, saya hanya berusaha untuk menjaga dan merawatnya, sebagai bekal perjalanan hidup di negeri asing.
Ya, begitulah nilai perjalanan yang saya dapatkan dari kedua mahasiswi diaspora asal NTB ini.
Sebelum berpisah, saya meminta izin kepada mereka untuk memotret mereka. Mereka pun tak keberatan.
Karena terlanjur tagae. Tagae adalah istilah keren yang biasanya digunakan masyarakat Dawan Timor dalam memaknai setiap peristiwa perjalanan hidup, terutama dalam situasi terjepit.
Makan ganda terjepit atau terhimpit antara saya dan mereka adalah terlanjur akrab dengan mereka.
Sembari, mengabadikan kedua wisatawan sekaligus mahasiswi ini, kami pun tertawa bebas.
Seolah-olah dunia ini hanya milik kami bertiga. Masih dalam episode rajutan kasih persahabatan.
Di mana, setelah kami berpuas menikmati sunset dan dunia pantai, kami pun menyaksikan gemerlap kafe yang ada di pinggir pantai Lasiana.
Puluhan pengunjung dengan bersantai ria menikmati minuman kopi khas Timor beserta kuliner masyarakat Dawan yang cita rasanya tak asing lagi dengan saya hehehe.
Cerita cinta kami pun berakhir dalam nuansa tanda tanya. Apakah esok dan lusa kami akan kembali merasut kasih persaudaraan di tepi pantai ini, ataukah pertemuan itu adalah akhir dari kisah kami.
Benar adanya, pertemuan itu adalah akhir dari kisah persahabatan kami, karena saya semakin jauh dari pulau Timor, dan mereka tetap berada di sana untuk menyelesaikan studi mereka.
Namun, meskipun kami berpisah secara offline, namun kisah persahabatn kami masih terajut melalui media sosial.
Demikian, episode rajutan sejuta makna di tepi pantai Tedis Kupang.

.jpg)
.jpg)
Posting Komentar untuk "Merajut Sejuta Makna di Tepi Pantai Lasiana Kupang"
Berkomentarlah dengan bijaksana! Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang tertera dalam UU ITE