Serpihan Nostalgia Nona Cristiin Henuk di Balik Pantulan Cahaya Cagar Alam Gunung Mutis
Penulis: Fredy Suni
![]() |
| Nona Cristiin Sherlly Henuk di balik pantulan cahaya Cagar Alam Gunung Mutis | Pahtimor.com |
Pahtimor.com - Alam Provinsi Nusa Tenggara Timur semakin populer di mata traveler domestik hingga mancanegara.
Ribuan kesaksian para traveler pun kian bertebaran di media arus utama hingga media sosial, seperti Youtube, Blog, Website, TikTok, Instagram, SnackVideo, dll.
Mengulik tentang pesona alam yang kian hitz di mata milenial, terutama bagi mereka yang suka bepergian ke pulau Timor, pasti mendengar Cagar Alam Gunung Mutis.
Of course. Because thats place very beautiful. Terpesona itulah kata yang tepat untuk menggambarkan pengalaman travelling nona Cristiin Sherlly Henuk atau yang biasa dipanggil Cristin selama berada di Cagar Alam Gunung Mutis.
![]() |
| Indahnya Cagar Alam Gunung Mutis | Instagram@sherllycristiin |
Nona manis yang memiliki gingsul ini melalui unggahan akun instagramnya @sherllycristiin mengatakan 'hidup itu tentang sebuah perjalanan, caramu menjalaninya, caramu berkenalan dan membangun jejaringan lintas profesi, sampai pada pemberian makna di balik setiap kisah perjalanan tersebut.'
![]() |
| Instagram @sherllycristiin |
Wow thats amazing quotes guys! Terlepas dari makna perjalanan nona Cristin, ada beberapa snapshot atau foto yang benar-benar eksotik banget.
Di antaranya, pose nona manis kelahiran kota Kupang ini di atas kayu yang terbentang, seolah membelah samudera Cagar Alam Gunung Mutis yang memantulkan cahaya di balik setiap potretan.
![]() |
| Instagram @sherllycristiin |
Sungguh, alam Cagar Gunung Mutis memang menawarkan keteduhan spiritual perjalanan, yang membuat para traveler, terutama nona Cristin semakin nyaman, dan rasanya ingin tetap tinggal di kawasan dingin Lembah Bikomi, Timor Barat, Kefamenanu - NTT ini.
Kawasan Cagar Alam Gunung Mutis ini seluas 12.315.61 Hektar dengan ketinggian kurang lebih 2.427 meter di atas permukaan laut Timor Barat.
Wisatawan juga akan dimanjakan dengan ribuan pohon bonsai yang berdiri perkasa dan menjadi saksi bisu dari setiap perjalanan traveler dalam mengeksplor gunung tertinggi NTT ini.
Kawasan ini juga terkenal dengan gunung batu marmernya dan masyarakat Atoin Meto (Etnis Dawan) menyebutnya Faot Kanaf.
Entah nona Cristin ikut mengukir namanya di balik gumpalam batu marmer yang ada di gunung mutis atau tidak, sebagai pembaca kita pun tidak tahu menahu kan.
Lantas, seperti apakah kisah perjalanan nona Cristin Henuk menuju Cagar Alam Gunung Mutis?
Tinggal di kota karang Kupang, nona Cristin Henuk bersama beberapa rekannya memutuskan untuk mengeksplor wilayah terdingin pulau Timor ini dengan menggunakan moda trasportasi roda empat.
Untuk mencapi kawasan ini, nona Cristin bersama rombongannya harus membutuhkan setidaknya 3-3,5 jam perjalanan.
Karena sesampainya di kota dingin Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, mereka juga melewati destinasi wisata favorit Fatumnasi, tentu saja waktu mereka juga tersita, sebelum mencapai kawasan Cagar Alam Gunung Mutis yang secara geografis berada di antara dua kabupaten, yakni Timor Tengah Selatan dan Timor Tengah Utara.
Lelahnya perjalanan nona Cristin pun terbayar mahal dengan pemandangan alam gunung Mutis yang sangat eksotik.
Keeksotikannya juga terpancar melalui hutan belantara, sabana, daerah bertebing, maupun ratusan hewan peliharaan warga setempat, seperti kuda, sapi, dan kambing yang berkeliaran bebas di sekitarnya.
Pemandangan unik ini tentunya menjadi perjalanan teromantis bagi nona Cristin. Karena di balik senyuman manisnya yang bertautan dengan gingsulnya, ada kerinduan bagi sobat traveler yang belum pernah mengunjungi kawasan Cagar Alam Gunung Mutis.
![]() |
| Instagram @sherllycristiin |
Matahari mulai hilang di balik deretan pohon bonsai dan ribuan pohon raksasa lainnya, itu menandakan petualagan nona Cristin Henuk berakhir dalam lensa keromantisan.
Inilah kisah nona Cristiin Sherlly Henuk, kapan ceritamu dipublikasikan di portal Pahtimor.com?





Posting Komentar untuk "Serpihan Nostalgia Nona Cristiin Henuk di Balik Pantulan Cahaya Cagar Alam Gunung Mutis"
Berkomentarlah dengan bijaksana! Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang tertera dalam UU ITE