Pendidikan Agama adalah Aspek Terpenting dari Hidup Manusia
![]() |
| Pendidikan Agama adalah Aspek Terpenting dari Hidup Manusia | Foto; Ist |
Kita
dituntut pada eksistensi nilai, moral, etika, seni dan hasrat yang terarah pada
pilihan hidup ( option of life ) untuk mencari sesuatu sebagai pegangan hidup.
Dalam “Man Does Not Live by Reason Alone” (1991), Kolakowski berpendapat bahwa
“umat manusia tidak pernah bisa menghilangkan kebutuhan akan identifikasi diri
religius: siapa saya, dari mana saya berasal, di mana saya cocok, mengapa saya?
bertanggung jawab, apa arti hidup saya, bagaimana saya akan menghadapi
kematian? Agama adalah aspek terpenting dari budaya manusia. Kebutuhan religius
tidak dapat dipisahkan dari budaya dengan mantra rasionalis. Manusia tidak
hidup hanya dengan akal.” Dia menunjukkan bagaimana kecenderungan untuk percaya
bahwa semua masalah manusia memiliki solusi teknis adalah warisan yang tidak
menguntungkan dari Pencerahan— “bahkan,” catatnya, “dari aspek terbaik
Pencerahan: dari perjuangannya melawan intoleransi, kepuasan diri, takhayul ,
dan pemujaan tradisi yang tidak kritis.” Ada banyak hal tentang kehidupan
manusia yang tidak rentan terhadap pengobatan atau campur tangan manusia.
Agama
menjadi pendidikan dasar bagi karakter, nilai, moral dan hasrat manusia untuk
berkembang menuju sesuatu yang lebih baik. Pendidikan agama sangat berpengaruhi
bagi kelangsungan hidup manusia saat ini. Di indonesia, memiliki banyak mata
pelajaran dan salah satu mata pelajaran adalah pendidikan agama. Mengapa harus
ada pendidikan agama? Pendidikan agama membantu kehidupan manusia menuju yang
lebih baik, mulai dari karakernya, maral dan nilai sebagai acuan dalam hidup
bermasyarakat.
Agama merupakan refleksi dari kemauan
Tuhan, secara konseptual ilahiah,
bersifat mutlak. Namun ketika turun kepada manusia, ia berubah menjadi relatif,
tergantung pada latar belakang dan kemampuan manusia. Oleh karena itu pemahaman
atau penangkapan terhadap pesan-pesan agama akan berbeda dari satu orang ke
yang lain.
Agama
dipandang sebagai fenomena sosial, karena agama ada dan terwujud dalam
kaitannya dengan keyakinan, tindakan dan hasil tindakan manusia serbagai
anggota masyarakat. Secara
umum, agama dapat didefinisikan sebagai seperangkat aturan dan peraturan yang mengatur hubungan
manusia dengan dunia ghoib khususnya dengan tuhannya, mengatur hubungan manusia
dengan manusia lainnya, dan mengatur hubungan manusia dengan lingkungannya.
secara khusus agama juga dapat didefinisikan sebagai sistem keyakinan yang
dianut dan tindakan-tindakan yang diwajibkan oleh suatu kelompok atau
masyarakat dalam menginterprestasikan dan memberi respon terhadap apa yang
dirasakan dan diyakini sebagai ghaib dan suci.
Oleh karena itu, dengan mengetahui makna
yang terkandung di dalam agama, maka orang yang beragama tersebut dapat
merasakan kelembutan dan ketenangan yang dapat kita ambil dari ajaran agama
tersebut. Sehingga
dalam mengemukakan definisi dari agama, maka di perlukan suatu pemikiran yang
cermat, sebab perkaran ini bukan perkara yang mudah dan gampang untuk dilakukan.
Agama telah dicirikan sebagai
pemersatu aspirasi manusia yang paling sublime, sebagai sejumlah besar
moralitas, sumber tatanan masyarakat dan perdamaian batin individu, sebagai
sesuatu yang memuliakan dan yang membuat manusia beradab. Sebenarnya lembaga
keagamaan adalah menyangkut hal yang mengandung arti penting tertentu,
menyangkut masalah aspek kehidupan manusia, yang dalam transendensinya,
mencakup sesuatu yang memiliki arti penting dan menonjol bagi manusia.
Referensi
1.
Kimball, R. (2005).
Leszek Kolakowski & the anatomy of totalitarianism. The New Criterion,
June.
2.
Monto Bauto, L. (2014).
Perspektif Agama Dan Kebudayaan Dalam
Kehidupan Masyarakat Indonesia (Suatu Tinjauan Sosiologi Agama). Jurnal
Pendidikan Ilmu Sosial, 23(2), 11–25.
3.
Mahdayeni, M., Alhaddad,
M. R., & Saleh, A. S. (2019). Manusia dan Kebudayaan (Manusia dan Sejarah
Kebudayaan, Manusia dalam Keanekaragaman Budaya dan Peradaban, Manusia dan
Sumber Penghidupan). Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 7(2),
154–165. https://doi.org/10.30603/tjmpi.v7i2.1125
4.
Agung Setiyawan, ‘Budaya Lokal Dalam Perspektif
Agama’:, Esensia, XIII.Humaniora
(2012), 1–20.
.jpeg)
Posting Komentar untuk "Pendidikan Agama adalah Aspek Terpenting dari Hidup Manusia"
Berkomentarlah dengan bijaksana! Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang tertera dalam UU ITE