Ansy Lema dan Tua Adat Atoni Pah Meto Timor Tengah Utara, Berjalan dan Menyusuri Negeri Awan di Cagar Alam Gunung Mutis NTT
![]() |
| Ansy Lema dan Tua Adat Atoni Pah Meto (Suku Dawan) di balik eksotiknya negeri awan Cagar Alam Gunung Mutis. Foto instagram @ansy.lema (Pahtimor.com) |
Pahtimor.com - Ansy Lema bersama tua adat Atoni Pah Meto (Etnis Dawan) yang berada di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur menyusuri negeri awan di kawasan Cagar Alam Mutis dalam nuansa kearifan lokal.
Timor Pride itulah istilah yang tepat, guna mendeskripsikan perjalanan Yohanis Fransiskus Lema bersama ratusan tetua adat Timor Tengah Utara di Gunung Mutis.
Gunung Mutis adalah salah satu gunung tertinggi di Lembah Bikomi (Timor Barat) yang berbatasan langsung dengan negara Demokratik Timor Leste (Tiles).
![]() |
| Ansy Lema dan Tua Adat Atoni Pah Meto (Suku Dawan) di balik eksotiknya negeri awan Cagar Alam Gunung Mutis. Foto instagram @ansy.lema (Pahtimor.com) |
Tinggi Gunung Mutis mencapai 2.458 mdpl dan secara administratif berada di perbatasan Kabupaten Timor Tengah Utara/TTU yang beribukotakan Kefamenanu dan Kabupaten Timor Tengah Selatan/TTS dengan pusat ibukotanya di Kota Soe.
Lagu Kuan Kefa: Terjemahan Lirik Lagu Kuan Kefa Karya Seniman Lokal Timor Tengah Utara, Vinsen Kolo
Hal yang paling membanggakan pada momen ini adalah Ansy Lema selaku Anggota DPR RI periode 2019 - 2024 dari fraksi PDI Perjuangan tak pernah lelah dalam memperjuangkan kawasan Gunung Mutis untuk tetap menjadi Cagar Alam.
Perjalanan atau travelling Ansy Lema bersama tua adat dari Atoni Pah Meto (Etnis Dawan Timor) juga sangat eksotik banget.
![]() |
| Ansy Lema dan Tua Adat Atoni Pah Meto (Suku Dawan) di balik eksotiknya negeri awan Cagar Alam Gunung Mutis. Foto instagram @ansy.lema (Pahtimor.com) |
Lantaran, di balik atribut bete ana (selendang Timor) dan juga atribut kebudayaan, khususnya pakaian adat Timor yang dikenakan oleh Ansy Lema dan juga tetua adat, ada juga negeri awan yang menawarkan pemandangan alam instagramable.
Mereka berjalan di atas ketinggian 2.458 mdlp Gunung Mutis, sembari makan sirih dan pinang, takanab (Dialog khas suku Dawan Timor) yang bertujuan untuk merekatkan hubungan antara alam dan Tuhan.
Boleh Baca: Mantap! Ansy Lema dan Krisdayanti Nyanyikan Lagu Daerah NTT, Bolele Bo dari Pulau Rote
Dalam konteks ini adalah Ansy Lema dan seluruh masyarakat Dawan Timor Tengah Utara meminta restu kepada alam Lembah Bikomi untuk mendukung rencana dan tujuan untuk tetap mempertahankan status Cagar Alam Mutis.
![]() |
| Ansy Lema dan Tua Adat Atoni Pah Meto (Suku Dawan) di balik eksotiknya negeri awan Cagar Alam Gunung Mutis. Foto instagram @ansy.lema (Pahtimor.com) |
Sebagaimana yang diungkapkan Ansy Lema melalui cuitan instagram pribadinya @ansy.lema yakni, "perjuangan masyarakat adat Atoni Pah Meto (Suku Dawan) agar Cagar Alam Mutis tidak diturunkan statusnya sebagai Taman Nasional atau Taman Wisata Alam."
Pasalnya, selama ini, Cagar Alam Mutis sudah dua kali mau diturunkan statusnya sebagai Taman Wisata Alam, tetapi mereka (Ansy Lema dan masyarakat adat Atoni Pah Meto selalu menggagalkannya.
Masih dalam nuansa perjalanan Ansy Lema. Caleg DPR RI periode 2024 - 2029 terus menyuarakan pemeliharaan Cagar Alam Mutis disertai dengan paket bantuan pemberdayaan ekonomi untuk mereka.
"Untuk masyarakat sekitar Cagar Alam Mutis, saya telah memperjuangkan paket bantuan benih, pupuk, program kampung buah seluas 10 hektar hingga alat mesin pertanian dan ternak" ujar Ansy seperti yang dilihat Pahtimor pada hari tanggal, Kamis (24/8/2023).
![]() |
| Ansy Lema dan Tua Adat Atoni Pah Meto (Suku Dawan) di balik eksotiknya negeri awan Cagar Alam Gunung Mutis. Foto instagram @ansy.lema (Pahtimor.com) |
Selain itu juga, para tetua adat menyampaikan langsung aspirasi dan harapan mereka kepada Sekretaris Dirjen KSDAE Suharyono, agar KLHK tetap menjaga komitmen memelihara Mutis sebagaimana mestinya.
Ansy Lema juga menguatkan aspirasi Tua Adat Atoni Pah Meto untuk tidak khawatir tentang status Cagar Alam Mutis.
Karena kader PDI Perjuangan ini terus bekerja sama dengan KLHK untuk melibatkan masyarakat, khususnya kemitraan konservasi Cagar Alam Mutis.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Balai Besar KSDA NTT, Ir. Arief Mahmud, M.Si, Kepala Badai Taman Nasional Komodo, Rani Siga Lazio, S.Hut, M.Si, Kepala Balai Kelimutu Budi Mulyanto, S.Pd, M.Si, dan Kepala Batalawa Agung Widodo, S.Hut.
![]() |
| Ansy Lema dan Tua Adat Atoni Pah Meto (Suku Dawan) di balik eksotiknya negeri awan Cagar Alam Gunung Mutis. Foto instagram @ansy.lema (Pahtimor.com) |
Terlepas dari kegiatan Ansy Lema bersama Tua Adat Atoni Pah Meto, pemandangan alam Cagar Alam Mutis benar-benar eksotik.
Keeksotikan Cagar Alam Mutis ini juga dibalut dengan negeri awan yang mengitarinya.
Teruntuk Anda para pelancong atau wisatawan yang berada di luar NTT dan juga mancanegara yang ingin menikmati keindahan Cagar Alam Mutis, bisa dijangkau dari Kabupaten Timor Tengah Utara dan juga Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Sumber: Instagram @ansy.lema
Instagram Penulis @suni_fredy
Frederikus Suni (Pegiat konten lokal Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya portal Tafenpah Group yang terdiri dari;
Tafenpah.com
Pahtimor.com
HitzTafenpah.com






Posting Komentar untuk "Ansy Lema dan Tua Adat Atoni Pah Meto Timor Tengah Utara, Berjalan dan Menyusuri Negeri Awan di Cagar Alam Gunung Mutis NTT"
Berkomentarlah dengan bijaksana! Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana yang tertera dalam UU ITE